Sabtu 24 Oct 2026 09:27 WIB

Batam Terus Didorong Manfaatkan Peluang Industri Maritim Regional

Batam dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan daya saing.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis.
Foto: Dok. HOBP
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis.

JAKARTA – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong Batam memanfaatkan peluang industri maritim regional seiring langkah Singapura mengembangkan teknologi dan infrastruktur maritim masa depan. Batam dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan daya saing melalui pengembangan layanan pelabuhan, pengisian bahan bakar kapal, penyimpanan LNG, hingga industri pendukung maritim.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, pengembangan industri maritim yang diumumkan Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) dalam Singapore International Bunkering Conference (SIBCON) 2026 pada 14 Oktober lalu menjadi momentum bagi Batam untuk memperkuat perannya dalam ekonomi maritim regional.

Singapura tengah menyiapkan pengembangan penyimpanan LNG terapung (Floating Storage Unit), penggunaan bahan bakar alternatif seperti amonia, biomethane, dan ethanol, serta digitalisasi layanan pengisian bahan bakar kapal (bunkering).

“Singapura sedang memperkuat kemampuannya menguasai rantai nilai industri energi maritim masa depan,” kata Fary.

Menurut Fary, besarnya pasar maritim Singapura menunjukkan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan Batam. Pada 2025, penjualan bahan bakar kapal di Singapura mencapai 56,77 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Capaian tersebut tidak menghentikan Singapura untuk terus memperluas pasar, membangun infrastruktur, menyempurnakan regulasi, dan meningkatkan standar layanan.

Batam, yang berada di kawasan strategis dan berdekatan dengan Singapura, dinilai memiliki modal untuk mengambil peran lebih besar. Modal tersebut meliputi posisi geografis, industri galangan kapal, kawasan industri, serta ekosistem logistik yang terus berkembang.

“Batam tidak harus menjadi Singapura kedua. Tetapi Batam juga tidak boleh puas hanya menjadi pelengkap Singapura,” ujarnya.

Fary mengusulkan dua strategi untuk memperkuat posisi Batam, yakni merebut sebagian pangsa pasar maritim regional melalui layanan yang kompetitif, efisien, dan andal, serta membangun kepemimpinan pada ceruk pasar tertentu yang sesuai dengan karakteristik Batam.

Sejumlah peluang yang dapat dikembangkan antara lain layanan kapal ke kapal (ship-to-ship), jasa area labuh (anchorage), penyimpanan LNG terapung, pengisian bahan bakar kapal, serta pemeliharaan kapal dan industri pendukung maritim.

Ia menilai Batam tidak perlu menguasai seluruh pasar Singapura untuk memperoleh manfaat ekonomi. Pengambilan sebagian aktivitas maritim regional pun berpotensi memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Batam, selama didukung skala usaha yang layak dan daya saing yang memadai.

Peluang tersebut juga didukung kebijakan pemerintah pusat. Fary menyinggung Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 yang disempurnakan melalui PP Nomor 23 Tahun 2026, serta PP Nomor 47 Tahun 2025 yang memperluas cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dari delapan menjadi 22 pulau.

Menurut dia, perluasan ruang pengembangan tersebut harus diikuti upaya konkret untuk menarik investasi, membangun industri baru, dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi.

Fary menambahkan, keunggulan geografis saja tidak cukup untuk menjadikan Batam sebagai pemain maritim regional. Diperlukan kepastian hukum, keselamatan pelayaran, infrastruktur yang andal, perlindungan lingkungan, serta standar layanan yang memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Karena itu, BP Batam perlu memperkuat pendekatan investasi melalui kajian pasar, penyiapan lokasi, pengembangan ekosistem industri, dan kemitraan dengan operator internasional.

Fary berharap Batam dapat membangun hubungan yang saling melengkapi sekaligus meningkatkan daya saing dengan Singapura di sektor-sektor maritim tertentu. Langkah tersebut dinilai penting agar peluang dari perkembangan industri maritim regional dapat dikonversi menjadi investasi dan aktivitas ekonomi nyata di Batam.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi