Kamis 22 Oct 2026 17:48 WIB

Karhutla Meluas, dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Hingga Papua

Sebanyak 18 ribu hektare hutan di Sumatra dan Kalimantan masih terbakar

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Karta Raharja Ucu
Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026). Pemerintah Kota Palangka Raya memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 9 November 2026 untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran, menyusul tingginya kejadian karhutla yang berdasarkan data BPBD Palangka Raya mencapai 909 kejadian dengan total luas lahan terbakar 1.448,90 hektare sejak 1 Juni hingga 17 Oktober 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026). Pemerintah Kota Palangka Raya memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 9 November 2026 untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran, menyusul tingginya kejadian karhutla yang berdasarkan data BPBD Palangka Raya mencapai 909 kejadian dengan total luas lahan terbakar 1.448,90 hektare sejak 1 Juni hingga 17 Oktober 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan meluas dan masih terus terjadi di enam provinsi prioritas yang berada di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas lahan yang masih terbakar mencapai 18 ribu hektare di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan total luas yang terbakar di wilayah Sumatra mencapai 7.219 hektare. Lahan yang masih terbakar itu berasal dari Sumatra Selatan sekitar 5.194 hektare, sementara di Jambi sekitar 2.025 hektare. Sedangkan di Riau, BNPB tidak lagi menerima laporan karhutla sejak beberapa waktu terakhir. 

Baca Juga

"Sehingga total yang kami sampaikan tadi sebesar 7.219 hektare di Pulau Sumatra, khususnya di dua provinsi Jambi maupun Sumatra Selatan," kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis (22/10/2026).

Sementara itu, penanganan karhutla di Pulau Kalimantan, masih difokuskan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. BNPB mencatat, luasan lahan yang masih terbakar di ketiga provinsi itu sekitar 11.202 hektare. 

Berton menyatakan, di Kalimantan Tengah masih terdapat 7.938 hektare lahan yang kebakaran. Sementara di Kalimantan Selatan terdapat 1.974 hektare terbakar dan di Kalimantan Barat sebesar 1.290 hektare. 

"Sehingga totalnya tadi kami sampaikan 11.202 hektare untuk tiga provinsi tersebut," ujar dia.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla di enam provinsi itu dilakukan melalui operasi satgas darat dan satgas udara. Di Sumatra, total ada 33.106 personel yang disebar untuk melakukan penanganan di Sumatra Selatan, Jambi, serta Riau.

Selain melakukan pemadaman di darat, pihaknya juga melakukan upaya water bombing, patroli, maupun operasi modifikasi cuaca (OMC), di tiga provinsi tersebut. Total terdapat 17 unit alutsista yang saat ini dikerahkan untuk penanganan karhutla di Sumatra.

Sementara di Kalimantan, total ada ada 38.772 personel yang dikerahkan untuk penanganan karhutla untuk wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Melalui udara, setidaknya terdapat 34 unit alutsista yang dikerahkan di tiga wilayah tersebut.  

Berita Lainnya

Rekomendasi