REPUBLIKA.CO.ID, BATAM – Perluasan akses transaksi digital bagi masyarakat di pasar tradisional terus dilakukan. Menyasar pedagang di Pasar Bengkong dan Pasar Mitra Raya, program Gerakan Edukasi dan Akuisisi (GERAI) Pasar QRIS di Batam dihelat pada 1-31 Oktober 2026.
Program yang dilaksanakan BCA bersama BI Kepri ini bertujuan meningkatkan pemahaman pedagang mengenai manfaat QRIS sekaligus pentingnya perlindungan konsumen dalam bertransaksi secara digital. Setidaknya, ada lebih dari 200 tenant yang mengikuti program tersebut.
“Kami berharap edukasi mengenai QRIS dan perlindungan konsumen dapat mendukung aktivitas usaha para pedagang sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pedagang dan masyarakat di Pasar Bengkong dan Pasar Mitra Raya,"ujar EVP Merchant Business Division BCA I Ketut Alam Wangsawijaya.
Ketika pedagang tradisional semakin familiar terhadap transaksi QRIS, Ketut berharap mereka dapat memberikan lebih banyak pilihan pembayaran kepada pelanggan sekaligus mendukung aktivitas perdagangan yang lebih tertata. Para pedagang juga berkesempatan mengikuti program penghargaan berdasarkan frekuensi transaksi QRIS tertinggi selama satu bulan.
Selain itu, BCA dan BI Kepri turut memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman dan mendukung aktivitas perdagangan. Di Pasar Bengkong, BCA memberikan dukungan berupa pembuatan 97 nomor kios untuk membantu perapihan kondisi pasar.
“Melalui kolaborasi dalam Program GERAI Pasar QRIS, kami berharap para pedagang tidak hanya semakin memahami penggunaan QRIS, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai perlindungan konsumen. Dengan demikian, digitalisasi dapat memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen,"kata dia.




